Tag

, ,

Saya menemukan jawaban mengapa orang malas untuk membaca dan menulis, padahal slogan mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan melawan lupa. Saya bukan lah orang yang suka menulis, apalagi membaca. Awalnya saya memahami pekerjaan menulis dan membaca adalah pekerjaan yang membosankan. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja saya suka menulis. ya.. salah satunya saya hanya menyukai menulis diari.. saya bisa mencurahkan semua perasaan saya, tetapi kebiasaan menulis “daily activity” itu kemudian berkembang setelah saya masuk kedalam Lembaga Pers Mahasiswa, saya benar-benar dipaksa untuk menulis, dikejar deadline dan reportase yang melelahkan. Saya tidak lagi menulis tentang diri saya dalam diari, tidak lagi mencurahkan apa yang saya rasakan, dan tidak lagi saya bebas menulis karena tulisan saya kini harus dicetak dalam buletin dan bibaca oleh banyak orang. Saya terus bertahan dan melakukan itu untuk menemukan dimana bagian menulis yang katanya “menyenangkan”. Sampai saat ini saya menulis pun sebenarnya saya tidak banyak menemukan dimana letak “kebahagiaan menulis”.

Satu hal yang saya paham tetang menulis. saya memang bukan orang yang percaya akan slogan. Alasan saya mau menulis sampai saat ini hanyalah “menabung”. Loh? Pasti bingung kan?

Menabung kepercayaan. Menabung informasi. Menabung sejarah. Menabung Amalan.

1. Menabung kepercayaan. Mungkin orang akan percaya pada saya, karena mereka melihat bukti-bukti aktifitas melalui tulisan saya, ya… mungkin mereka akan tertarik dengan diri saya lewat tulisan. Saya tidak perlu mempresentasikan diri saya kebanyak orang. Cukup mereka membaca, mereka akan tau sebagian dari saya.

2. Menabung informasi adalah hal yang paling saya senangi. Saya sadar kemampuan saya dalam mengingat tidaklah istimewa. Terkadang saya lupa, bukan hanya sekedar dari materi kuliah *yang sengaja dilupakan* tetapi saya juga lupa akan diri saya. siapa saya. dan mengapa saya menulis.

3. Menabung sejarah. Saya hanya ingin ketika saya sudah tidak ada lagi, tulisan-tulisan saya bisa menjadi sejarah dimana ketika orang membacanya, mereka akan tersenyum dan mengingat saya. Saya ingin mereka menemukan sebagian kecil ringkasan bagaimana kehidupan jaman saya sekarang. Mungkin bisa menjadi gambaran jika hidup pasti akan berubah.

4. Menabung amalan. Saya meyakini ketika saya menuliskan hal-hal baik dan orang lain membaca serta mengikutinya, saya juga akan mendapatkan pahala dari apa yang mereka kerjakan. Ya, semoga informasi yang saya berikan benar-benar bisa membantu tugas-tugas pembaca atau mungkin lebih bagusnya, mereka mendapatkan kebaikan setelah membaca tulisan saya.

Saya tidak lagi takut menulis. saya akan memberikan informasi tentang apa yang saya ketahui tentang segala kebaikan yang datang pada saya. menyebarkan informasi kebaikan mungkin bisa menambah poin saya dimata Tuhan, sesuai dengan ajaran agama saya. J so, jangan pernah takut menulis, terlepas dari EYD, kalimat, dan aturan menulis lainnya! Menulislah sesuai dengan apa yang kalian pikirkan. Baik atau buruk suatu tulisan, itulah sebuah karya yang harus dihargai. Jika orang lain tidak bisa menghargai karya yang kita buat dengan memberikan komentar-komentar buruk misalnya, saat itu lah kalian harus berbangga hati, karena kalian telah membuat mereka mau membaca dan berpikir terntang tulisan yang kalian buat! Justru kalian harus takut jika tidak ada yang mau berkomentar, tandanya kalian belum berhasil menyebarkan benih-benih membaca pada orang lain! *bagi saya itu satu poin kebaikan!

Hiduplah dalam pikiran yang selalu positif! Itulah modal dari sebuah kesuksesan di dunia dan di akhirat!