Tag

, , , , ,

Aku rasa memang itu yang ada dibenakku sekarang. aku jadi ingat filmnya me vs high heels, ya mungkin kisah cinta seperti itu yang kualami saat ini. seorang gadis tomboy yang jatuh cinta sama orang yang bisa bikin dia melted, dan rela ngelakuin apa aja buat tu orang termasuk menjadi orang lain. Sebenernya kisah cinta ini emang gak selebay me vs high heels, tapi aku menemukan sedikit kesamaan dimana aku mulai paham bahwa aku sudah lebih berubah dari biasanya, bukan karena aku yang menginginkan perubahan itu, tapi karena ada seseorang yang kucintai yang menghendakinya.

Aku tidak keberatan selama itu memang baik untukku, tapi apa “baik” menurut dia sama halnya dengan “baik” menurutku. Kupikir sedikit terjadi perbedaan persepsi, terlebih aku masih kurang tegar kalo denger setiap ucapannya. Aku memang gak secantik cewek2 lain, gak selangsing cewek2 lain, atau gak se”ideal” wanita yang diinginkan setiap mertua, tapi apakah itu memang jadi poin utama dalam hubungan ini?😦 kata2nya tengah malam itu bikin aku bener2 speachless. Aku semakin yakin, bahwa cinta itu memang menuntut kesempurnaan. Kesempurnaan yang tidak ada dalam diriku. Satu pengakuan “iya aku minder. Sangat minder”.

Aku mau mempertahankan hubungan ini. aku mau memperjuangkan apa yang aku yakini. Aku mau merubah diriku menjadi lebih baik. aku mau dia bisa tersenyum melihatku setiap hari. Aku mau dia jatuh cinta padaku dengan segala yang aku miliki. Aku mau mempermudah apa yang aku anggap sulit. Tapi tidak hari ini…😦 aku butuh waktu.. aku tau mungkin aku tak seperti apa yang dia harapkan.. tidak sesuai standarnya.. tapi paling tidak biarkan aku berusaha dulu, biarkan aku tersadar dengan sendirinya.. aku peka dengan apa yang dia mau..

Entah aku yang terlalu sensitif, atau memang dia benar dengan kalimatnya malam itu, tapi sungguh perkataannya itu menyakti perasaanku..

Aku tidak butuh banyak alasan kenapa aku bisa mencintai dia sampai saat ini. aku juga tidak punya alasan kenapa aku bisa mencintai dia sesederhana ini. aku tidak membutuhkan banyak kalimat sebenarnya untuk mengungkapkan kalau aku mencintainya setiap hari. Aku pun tidak banyak menuntut dia menjadi apa yang aku inginkan, karena aku mencintai “dirinya” bukan mencintai “dirinya yang aku ciptakan” ..

love me for who i am not who you want me to be. Don’t make plans to try and change me..

#AFPS