Tag

, , , , , , ,

untuk si benalu,
sesungguhnya aku muak dengan semua drama yang kamu ciptakan.
betapa menyedihkannya kamu, betapa menderita dan merasa paling tersakiti.
semua drama yang kamu ciptakan hanyalah bongkahan rasa kasihan.
merasa so tegar, merasa kuat, tapi diakhir kamu akan mengakui bahwa itu hanya sandiwara.
jika kamu pikir kamu GILA, aku setuju dengan kalimat itu, dan aku berharap semua kegilaan yang kamu ciptakan cukup untuk dirimu saja.
aku muak dengan semua perasaanmu.
mengatasnamakan “persahabatan” berharap semua akan kembali seperti dulu.
aku muak,
aku tidak peduli lagi,
cukup bagiku atas semua dramamu.
aku bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca gelagatmu.
kamu tidak lah lebih dari seorang yang sangat menyedihkan.

aku mengakui kecemburuanku,
karena perasaanku benar, karena perasaanku tak mau di ganggu oleh si benalu.
aku tak pernah rela melihat raut ‘kasian’ dari orang yang kusayang, hanya karena dia membaca setiap kalimat dramamu!
aku tak pernah rela dia mengasihanimu hanya karena tulisan2 sandiwaramu!

jika memang kamu tidak bermaksud aneh2, lantas mengapa kamu harus menunggu waktu yang tepat untuk bisa kembali bercengkrama?
memangnya ada apa dengan kalian?
mengapa harus menunggu waktu jika hanya ingin sekedar “bercengkrama” ???
apa yang kamu tunggu?
tidak perlu lagi kamu mengumbar drama busukmu!
sudah muak aku!!!!!

terima atau tidak, inilah bagaimana aku dengan mu. #W