Tag

, , , , ,

image

Februari 2015 lalu, saya pergi main2 ke kaltim, selain main saya juga cari oleh2 yang pas buat teman saya yg wisuda di yogyakarta.
Saya kepikiran buat ngambil batu bara waktu di samarinda. Akhirnya saya bawa beberapa keping batu bara dari tambang sebagai hadiah yang nantinya saya mix dengan barang2 lain.
Setelah saya ambil beberapa keping, saya baru terpikir..

“Bagaimana cara membawa kepingan ini masuk ke pesawat dan sampai di jogja dengan selamat?”

Kemudian saya mulai mencari-cari referensi di internet tentang status batubara jika dimasukan ke dalam kabin maupun bagasi pesawat.

Beberapa referensi menunjukan, di bandara banjarmasin itu tidak diperbolehkan penumpang membawa batu bara walau hanya 1kg atau segenggam. Referensi lain juga menunjukan mereka dapat membawa batu bara asal ada izin resmi, jumlah yg terbatas, dan tentunya di gunakan krn ada tujual yg jelas, misalnya sebagai sample penelitian.
Lain lagi dengan referensi ketiga yg saya baca. Pengiriman batu bara dilakukan menggunakan jasa cargo.

Saya pikir kenapa begitu ribet prosedurnya, sampai akhirnya saya menemukan tulisan bahwa batu bara itu cukup bahaya jika di bawa ke dalam pesawat, terutama dalam jumlah besar. Saya lupa batubara masuk ke dalam kategori apa, tetapi beberpa bandara di indonesia tidak memperkenankan penumpang membawanya.

Setelah saya berpikir lebih jauh, saya malah menemukan sebuah ide untuk menyelundupkan batu bara.
Kalo beruntung ya lolos dari scaner, tapi kalo tidak, saya masih punya satu alasan untuk tetap mempertahankan kepingan batu bara yang saya bawa. Kalaupun bener2 gak bisa, ya apa daya saya akan coba ke jasa pengiriman cargo.

Sampai pada malam sebelum saya kembali pulang ke jogjakarta, saya pack kepingan batu bara dengan berat sekitar 2kg tersebut.
Saya mengikuti saran dan cara pengiriman sample batu bara yang di tulis dlm sebuah artikel yg saya temukan di google.

Saya pack menggunakan botol plastik terlebih dahulu, kemudian saya kemas lagi dengan plastik hitam, setelah itu saya lakban putih sampai tidak nampak celah. Setelah itu, saya tulis di pada bungkusan tersebut identitas dan kata2 “SAMPLE PRESENTASI”. Demi menghindari kerusakan, kemudian saya membungkusnya kembali dengan kerdus dan saya ikat dengan tali rafia, tak lupa saya juga menyertakan identitas dan kata2 “SAMPLE PENELITIAN 1” ..

(Inilah modus saya agar tidak disita di bandara)

Walau agak ribet untuk bungkus batuan ini, tapi gak apa2 lah demi kawan saya yg mau wisuda. Karena ngasih bunga udah terlalu mainstream… jadi saya kasih benda yang jarang dia lihat, hehe.

Yaaaap, setelah selesai di packing, saya gabungkan dengan bungkusan oleh2 yg lain, dan keesokannya saya siap menuju bandara.

Membutuhkan waktu sekitar 2 jam saya pergi dari samarinda ke bandara di balikpapan.
Awalnya saya mulai deg2an bawa batu bara ke mesin scaner. Kemudian saya gabungkan bungkusan batu bara tersebut ke barang2 yang akan di simpan di bagasi pesawat.

Well, IT WORKS !!!
Syukurlah petugas ga banyak tanya tentang apa yang saya bawa.. hehehe.. atau mungkin karena yg saya bawa hanya seberat 2kg, atau mungkin juga karena saya tulisin “sample”, atau entah lah!😀

Akhirnya, saya bisa bawa batu bara tersebut sampe di pulau jawa!

Note: yang kepikiran bawa batu bara naik pesawat, bisa deh pake cara begitu. Kalopun ketauan kita masih punya alasan, dan gak malu2 amat bilang batu bara dibawa untuk oleh2! Hahaha…