Waktu berlalu tanpa ku bisa melawan
Orang-orang hadir silih berganti
Tanpa bisa ku kendalikan

Detik menunjukan bahwa yang tertinggal hanyalah kenangan usang
Aku harus maju.
Bersama pacu mu yang membakarku
Walau lidah berkali-kali terputar
Atau geramku yang sering tak tertahankan
Aku harus maju.
Menggeser paradigma-paradigma lama
Menerima kenyataan, bahwa aku bukanlah putri dalam dongeng di negri impian.

Jauh kurasa agar ku bisa bersanding dalam pertarungan akal,
Tapi ‘menghadapi’ adalah satu2nya pilihan.
Masih ku berproses, dan akan kujadikan itu bermakna. Berharga.
Di mata mereka.