Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

Oleh : Nindia Putri Utami

Pertumbuhan ekonomi di abad 21 ini terus berkembang secara pesat. Hal ini ditandai dengan jalur perdagangan yang semakin meluas dan terbuka lebar. Setiap negara saling terintegrasi sehingga persaingan tidak lagi berada pada level nasional negara itu sendiri melainkan merambat pada ranah internasional. Upaya peningkatan dan penguatan perekonomian di setiap negara terus dipacu terutama pada negara-negara berkembang. Efektifiktas dan efisiensi pada setiap sektor seakan menjadi moto baru demi mempertahankan perekonomian bangsa di tengah arus teknologi.

Realitas globalisasi diperkuat dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak tahun 2015 yang semakin memperluas jalur masuk perdagangan dengan mudah ke negara-negara di seluruh Asia Tenggara. Masyarakat Ekonomi Asean dalam hal ini tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja secara profesional (www.bbc.com). Secara keseluruhan, pemenuhan akan jumlah kebutuhan tenaga ahli di Indonesia masih belum memadai sehingga mendesak pemerintah untuk mengimpor tenaga kerja asing demi kemajuan roda ekonomi di negara ini. Pengendalian jumlah tenaga asing yang masuk ke pasar tenaga kerja Indonesia yang kini dilakukan pemerintah tidak cukup hanya dengan memperketat syarat bagi tenaga asing yang ingin bekerja di Indonesia. Pengendalian ini juga perlu diikuti dengan adanya pengembangan sumber daya manusia secara berkala.

Berdasarkan hasil Survey United Nation for Development Programs (UNDP) (2015) yang menganalisa siapa saja yang telah tertinggal dalam kemajuan pembangunan melaporkan bahwa indeks pembangunan manusia di Indonesia pada tahun 2015 adalah 0,689. Jika faktor kesenjangan diperhitungkan, nilai indeks pembangunan manusia menurun ke 0,563. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat 113 dari 188 negara, dengan kategori tingkat pembangunan manusia pada kelas menengah. Nilai ini menunjukan telah terjadi kemajuan pembangunan manusia yang cukup signifikan dalam 25 tahun terakhir tertapi kemajuan tersebut belum merata.

Merujuk pada Undang-undang nomor 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan, pembangunan nasional dilaksanakan untuk membangun manusia seutuhnya. Hal ini juga memperkuat konsep dari Human Capital Management yang menilai bahwa manusia adalah sebuah aset yang berharga. Tanpa adanya manusia, pembangunan perekonomian secara global tidak mungkin dilakukan. Manusia sebagai sumber daya yang paling potensial dalam pembangunan bangsa, secara strategis perlu disiapkan dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan tenaga ahli dari dalam negeri. Hingga kini, permasalahan penyediaan tenaga kerja yang kompeten bukan lagi menjadi pekerjaan dari salah satu pihak melainkan dibutuhkan kerjasama dari berbagai lapisan.

Menelaah tentang pentingnya peranan manusia tidak terlepas dari peran setiap generasi. Kaum yang kini memiliki peluang yang sangat besar dalam melakukan pembangunan adalah generasi muda. Kalangan muda dipercaya sebagai penggerak tonggak kemajuan atau kemundurannya suatu bangsa karena generasi itulah yang akan menentukan dan mewujudkan cita-cita bangsa ini. Luasnya bidang ekonomi menciptakan kesempatan bagi kaum muda dengan keterampilan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang diperlukan. Hal ini dikarenakan keterampilan yang dianggap penting dalam kondisi perekonomian saat ini akan mengalami perubahan pada tahun 2020.

Menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing dalam kancah internasional tidak semudah yang dipikirkan. Ragam metode di dalam dunia pendidikan banyak yang hanya bersifat merangsang. Realisasi membutuhkan wadah dan dukungan terutama jika fokus yang dituju adalah pengembangan manusia sebagai aset dalam membangun negara. Disinilah peran pemuda sangat dibutuhkan dan diandalkan. Seperti yang sudah kita lihat dan ketahui, banyak gerakan-gerakan pemuda yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sebagai bentuk tanggung jawab pemuda terhadap bangsa, akan tetapi kurangnya wadah dalam skala internasional membuat pemuda hanya memiliki pengalaman sebatas skala nasional. Selanjutnya adalah bagaimana kaum muda menjawab tantangan tersebut tetapi bukan lagi dengan konsep makro melainkan secara riil di lapangan.

Update Kompetensi dan Teknologi, Syarat Mutlak Menembus Pasar Dunia.

Langkah nyata pembangunan yang berfokus pada sisi sumber daya manusia atau dalam hal ini spesifik tertuju pada gerakan-gerakan pemuda, adalah dengan menumbuhkembangkan kompetensi. Kompetensi ini harus berdasarkan standar internasional agar memiliki tolak ukur yang harus dicapai. United Nation for Development Programs (UNDP) yang merilis Human Developing Report (2016) mengemukakan bahwa terdapat empat keterampilan yang harus dimiliki terutama di abad 21 ini yakni Critical Thinking, Collaborating, Creating, dan Communication. Keempat soft competency tersebut juga akan memiliki dampak positif yang besar jika diikuti dengan penguasaan hard competency sesuai dengan minat dan bakat individu. Jika penguasaan soft dan hard competency dilakukan secara utuh saat ini sangat memungkinkan bagi pemuda untuk bisa menciptakan berbagai karya dan inovasi yang dapat menembus pasar dunia.

Metode yang digunakan dalam rangka pembelajaran serta pencapaian kompetensi dapat dimulai dengan penguasaan teknologi, oleh karena itu teknologi dan kompetensi menjadi hal yang mutlak untuk dikuasai terutama bagi generasi  muda. Penguasaan ini akan mendukung dan mempermudah berbagai macam program yang dilakukan.

soc 3.png

Gambar 1. Youth People Possition

Metode yang dapat diajukan sebagai sebuah program keberlanjutan untuk memperkaya usaha dan peran pemuda dalam membangun bangsa dan negara adalah program pembangunan manusia berkelanjutan. Seperti pola yang ditunjukan pada Gambar 1. bahwa peranan pertama dimulai dengan melakukan upgrading competency dan technology. Upaya peningkatan dapat dilakukan dengan mengenali terlebih dahulu potensi diri/bakat dan minat, turut aktif dalam kegiatan belajar mengajar, membaca, leadership program, meningkatkan kemampuan bahasa internasional, aktif terlibat dalam forum diskusi, aktif mengikuti lomba untuk meningkatkan kemampuan bersaing, dan mengikuti sejumlah pelatihan-pelatihan bersertifikat internasional.

Kedua, setelah generasi muda secara aktif dan berkala melakukan pembaharuan ilmu, generasi muda yang sebelumnya telah mendapatkan kesempatan atau pengalaman dengan terjun langsung di kancah zona ekonomi secara global dapat memberikan penguatan dengan memberikan bimbingan, konseling, menyelenggarakan mini workshop atau hal sejenisnya. Proses ini merupakan sebuah upaya transfer knowledge dan penguatan micro-macro teaching untuk membuka peluang dan edukasi mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan dan sejauh mana teknologi-teknologi masa kini mengalami pembaharuan.

Ketiga, New Youth People yang diprediksi sudah siap dalam menghadapi persaingan global dapat secara langsung turun dan ikut serta terlibat dalam setiap even internasional. Keikutsertaan pemuda Indonesia dalam forum-forum internasional merupakan salah satu cara membangun citra serta kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun negara. Sektor yang menjadi sasaran dalam pembangunan ini dapat mencakup sektor pendidikan, bisnis, industri, pariwisata, kuliner khas Indonesia, dan beragam hal lainnya. Cara ini diharapkan mampu menaikan indeks pembangunan manusia secara global yang berdampak pada peningkatan ekonomi kerakyatan.

Keempat, perluasan peran dari New Youth People selain terjun langsung pada zona ekonomi global adalah melakukan pembinaan pada area pengembangan manusia yang berorientasi pada penguasaan iptek dan kompetensi. New Youth People dapat secara sistematis melakukan assesmen dan memetakan daerah mana saja yang perlu mendapatkan pembinaan. Langkah ini secara spesifik dilakukan untuk memberikan wadah dan peluang bagi masyarakat agar turut serta dalam melakukan pembangunan. Bagi area-area yang dianggap cukup stabil, selanjutnya dapat diarahkan secara langsung untuk terjun ke ranah internasional. Sebagai contoh masyarakat dengan daerah yang terkenal sebagai penghasil kerajinan kulit maupun rotan dapat diberikan pembinaan dan pelatihan agar mulai mengekspor barang-barang kerajinan tersebut ke pasar Internasional. Pembinaan dan pelatihan ini dapat berupa soft maupun hard skill cara memasarkan, melakukan negosiasi, dan mengirim barang secara online serta dapat diakses oleh seluruh penjuru dunia.

Kelima, ketika masyarakat/individu sudah siap baik dari penguasaan kompetensi dan teknologi selanjutnya tugas dari New Youth People adalah memberikan wadah, dorongan, dan peluang agar masyarakat/individu dapat menciptakan suatu karya dan inovasi dengan menggunakan pendekatan inklusi. Pendekatan ini mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya agar dapat bekerjasama dan berkolaborasi. Agar karya dan inovasi dapat bersaing secara global, maka aspek originalitas, kualitas, dan kelayakan harus mencapai standar internasional.

Metode serta langkah dari sisi pengembangan SDM yang baru saja telah dikemukakan, merupakan salah satu cara yang dapat dijadikan acuan bagi generasi muda dalam membangun negara di ranah global. Mengingat SDM adalah sebuah aset yang berharga, maka sudah selayaknya kaum generasi muda yang vital menjadi penggerak utama dalam membangun negara. Oleh karena itu, beragam cara atau usaha yang dilakukan generasi muda sekecil apapun adalah hal yang patut diapresiasi. Apresiasi akan semakin memperkuat perilaku yang telah dilakukan sehingga perjuangan pembangunan negara di kancah internasional ini akan terus berlangsung secara berkelanjutan.

 

DAFTAR REFERENSI

______. (2016). Human Development Report by United Nation Development Programme. New York: Lowe Martin Group. Diunduh dari (www.id.undp.org) (12/7/2017)

______. (2017). What do you mean by “youth”. Diunduh dari (http://www.unesco.org/new/en/social-and-human-sciences/themes/youth/youth-definition/) (12/7/2017)

Undang-undang Nomor 13. Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.

Washarti, R. (2016). Apakah pekerja Indonesia siap hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN?. Diunduh dari (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151230_indonesia_mea_pekerja) (12/7/2017)

 

Iklan